EmitenNews.com—PT Fim Perkasa Utama Tbk (FIMP) menargetkan pertumbuhan laba bersih sepanjang 2023 sebesar 445,45 persen menjadi Rp6 miliar dari proyeksi perolehan bottom line di 2022 (unaudited) senilai Rp1,1 miliar.

 

"Kami menargetkan pendapatan untuk tahun ini sebesar Rp20 miliar, dengan asumsi bisa mendapatkan laba bersih sekitar Rp5 miliar sampai Rp6 miliar," kata Direktur Utama FIMP, Mohamad Mulky Thalib, saat Public Expose Virtual, Kamis (19/1).

 

Dia menilai, pada 2022 merupakan tahun survival bagi perusahaan di bidang konstruksi dan development, namun FIMP berhasil melewatinya dengan meraih keuntungan. "Laba bersih kami di 2022 memang tidak signifikan, yaitu Rp1,1 miliar. Tetapi, kami sudah keluar dari masa yang menyulitkan," ujarnya.

 

Menurut Mulky, target perolehan pendapatan 2023 hingga Rp20 miliar sekaligus menunjukkan optimisme FIMP untuk dapat bertumbuh dibandingkan periode pandemi Covid-19 yang berimplikasi negatif bagi kinerja operasional dan keuangan perseroan.

 

"Kami akan berusaha memberikan yang terbaik kepada para pemegang saham dan sekaligus meningkatkan koordinasi untuk tetap menjaga agar usaha FIMP bisa berkelanjutan," ucapnya.