Tiga-Tiganya Ditutup ARA, Bursa Lanjut Pelototi Tiga Saham Ini
Lantai perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta.
EmitenNews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan terjadinya pergerakan harga di luar kebiasaan (Unusual Market Activity/UMA) pada tiga saham, yakni PT Asuransi Harta Aman Pratama Tbk (AHAP), PT Bank Bumi Arta Tbk (BNBA), dan PT Asuransi Jasa Tania Tbk (ASJT). Pengawasan tersebut mulai efektif diberlakukan pada Selasa (6/1/2026).
Kepala Divisi Pengaturan dan Operasional Perdagangan BEI, Pande Made Kusuma Ari A., dalam keterbukaan informasi mengatakan bahwa pengumuman UMA ini bertujuan untuk meningkatkan kewaspadaan investor terhadap pola transaksi saham yang mengalami peningkatan harga di luar kebiasaan.
Sehubungan dengan terjadinya peningkatan harga saham di luar kebiasaan, Bursa memandang perlu untuk melakukan pengawasan terhadap transaksi saham tersebut.
Pengumuman UMA ini pula tidak serta-merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal.
Pada perdagangan Senin (5/1/2026), ketiga saham tersebut sama-sama ditutup Auto Rejection Atas (ARA).
Saham AHAP ditutup di level Rp166, melonjak Rp43 atau 34,96% dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp123 pada 2 Januari 2026.
Saham BNBA menguat Rp195 atau 24,68% ke level Rp985, dari posisi penutupan sebelumnya di Rp790.
Sementara itu, saham ASJT ditutup di Rp254, naik Rp65 atau 34,39% dibandingkan harga penutupan sebelumnya di Rp189.
Adapun setelahnya, pascaterbit pengumuman UMA pada perdagangan Selasa (6/1) saham AHAP tercatat lanjut menguat hingga 20,48 persen di Rp200, BNBA melenting setinggi 14,21 persen di Rp1.125, dan ASJT justru terkapar jatuh 4,72 persen di Rp242.
Related News
10 Kursi Anggota Bursa Siap Dilelang BEI, Ini Jadwalnya
BEI Suspensi 4 Saham Usai Harga Melonjak
BEI Tetapkan UMA pada Enam Saham, Mayoritas Terkoreksi Usai Pengumuman
OJK Lantik 13 Pejabat Baru, Cek Daftarnya di Sini!
Buka Suspensi: Enam Saham Lanjut Ngegas, Dua Lainnya Jatuh ARB!
Perdagangan Baru Hari ke-3 di 2026, Suspensi Saham Mulai Banyak





