EmitenNews.com - PT Teladan Prima Agro Tbk (TLDN) berhasil meraup pendapatan sebesar Rp1,37 triliun pada kuartal I/2026, meningkat 6,8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pencapaian ini didukung oleh peningkatan volume penjualan crude palm oil (CPO) serta kenaikan harga jual rata-rata palm kernel (PK) dan crude palm kernel oil (CPKO).

Hingga akhir Maret 2026, pendapatan dari penjualan CPO mencapai Rp1,21 triliun, meningkat 8,2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, didorong oleh kenaikan volume penjualan meskipun harga jual rata-rata turun 2,0%. Pendapatan dari penjualan PK tercatat sebesar Rp96,92 miliar, tetap terjaga seiring kenaikan harga jual rata-rata sebesar 5,3% meski volume penjualan menurun.

Sementara itu, pendapatan CPKO sebesar Rp54,56 miliar, turun 6,1% dibandingkan tahun sebelumnya sejalan dengan penurunan volume penjualan, meskipun harga jual rata-rata meningkat 5,0%.

Direktur Utam TLDN, Wishnu Wardhana menyebut, di tengah dinamika pasar dan penyesuaian volume produksi, perseroan mampu meraup laba kotor sebesar Rp348,22 miliar pada kuartal I/2026, atau 11,7% lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Perseroan juga mencatat EBITDA sebesar Rp322,31 miliar serta laba bersih sebesar Rp181,77 miliar.

 “Perseroan terus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan pendapatan dan penguatan operasional jangka panjang. Meskipun terdapat dinamika pada produksi di beberapa segmen, kinerja kuartal pertama ini menunjukkan bahwa strategi kami dalam menjaga produktivitas kebun dan mengoptimalkan kinerja pabrik tetap berjalan dengan baik di tengah kondisi pasar yang dinamis,” ujar Wishnu dalam keterangan resmi, Rabu (29/4/2026).

Di sisi operasional, TLDN mencatat produksi tandan buah segar (TBS) inti sebesar 253.459 ton pada kuartal I/2026, atau 0,9% lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 255.775 ton. Sedangkan produksi TBS plasma mencapai 40.378 ton, meningkat 14,4% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 35.294 ton.

Selama tiga bulan pertama 2026, perseroan telah mengolah sebanyak 346.609 ton TBS, meningkat 5,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 327.157 ton. Peningkatan ini didorong oleh naiknya produksi kebun plasma serta tambahan pasokan buah dari pihak ketiga.

Sementara dari sisi kinerja pabrik, produksi CPO mencapai 78.997 ton, naik 6,3% dibandingkan 74.340 ton pada periode yang sama tahun sebelumnya. Tingkat ekstraksi minyak sawit (Oil Extraction Rate/OER) juga meningkat menjadi 22,79%. Sektor produksi inti sawit tercatat sebesar 12.791 ton, naik 6,4% dibandingkan tahun sebelumnya, sementara produksi CPKO mencapai 3.215 ton dengan tingkat ekstraksi sebesar 40,25%, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Wishnu juga menambahkan, perseroan tetap konsisten menjaga efisiensi dan produktivitas di tengah tantangan operasional dan fluktuasi produksi di beberapa segmen. Hal ini didukung oleh penerapan praktik perkebunan terbaik, optimalisasi pemupukan, serta pemeliharaan infrastruktur kebun secara berkelanjutan, serta implementasi teknologi dalam kegiatan operasional.

Salah satunya dengan memanfaatkan teknologi dalam meningkatkan kinerja operasional, seperti penguatan implementasi program Teladan Productivity Technology Science (TPTS).