IDXINDUST

 0.00%

IDXINFRA

 0.00%

IDXCYCLIC

 0.00%

MNC36

 0.00%

IDXSMC-LIQ

 0.00%

IDXHEALTH

 0.00%

IDXTRANS

 0.00%

IDXENERGY

 0.00%

IDXMESBUMN

 0.00%

IDXQ30

 0.00%

IDXFINANCE

 0.00%

I-GRADE

 0.00%

INFOBANK15

 0.00%

COMPOSITE

 0.00%

IDXTECHNO

 0.00%

IDXV30

 0.00%

ESGQKEHATI

 0.00%

IDXNONCYC

 0.00%

Investor33

 0.00%

IDXSMC-COM

 0.00%

IDXBASIC

 0.00%

IDXESGL

 0.00%

DBX

 0.00%

IDX30

 0.00%

IDXG30

 0.00%

ESGSKEHATI

 0.00%

KOMPAS100

 0.00%

PEFINDO25

 0.00%

BISNIS-27

 0.00%

ISSI

 0.00%

MBX

 0.00%

IDXPROPERT

 0.00%

LQ45

 0.00%

IDXBUMN20

 0.00%

IDXHIDIV20

 0.00%

JII

 0.00%

IDX80

 0.00%

JII70

 0.00%

SRI-KEHATI

 0.00%

SMinfra18

 0.00%

KB Bukopin
victoria sekuritas

Tokopedia Effect, Kresna Graha (KREN) Edisi 2021 Cetak Pendapatan Rp12,40 Triliun

06/05/2022, 10:15 WIB

Tokopedia Effect, Kresna Graha (KREN) Edisi 2021 Cetak Pendapatan Rp12,40 Triliun

EmitenNews.com - PT Kresna Graha Investama (KREN) sepanjang 2021 membukukan pendapatan bersih Rp12,40 triliun. Melesat 10,92 persen dibanding periode sama 2020 sejumlah Rp11,18 triliun. Lonjakan itu, salah satunya disumbang Tokopedia.


Setidaknya, Tokopedia menyumbang 15,85 persen atau Rp1,96 triliun dari total pendapatan Kresna Graha Investama. Segmen teknologi dan digital menjad menjadi penyumbang terbesar Rp12,67 triliun. Sementara sumber pendapatan keuangan, dan investasi pada posisi negatif Rp272,33 miliar. 


Sebagai catatan, Anugerah Wicaksana Digital (AWD) entitas usaha Kresna Investama meneken perjanjian kerja sama dengan Tokopedia pada 26 September 2021 untuk penjualan voucher elektronik. Perjanjian itu, berlaku selama 2 tahun sejak 26 September 2020, dan berakhir pada 26 September 2022.


Pendapatan dari Sumber Alfaria Trijaya (AMRT) senilai Rp1,02 triliun atau sekitar 8,22 persen. Beban menanjak menjadi Rp12,72 triliun, dari periode sama 2020 di kisaran Rp11,38 triliun. Efeknya, perusahaan mengalami rugi usaha Rp316,92 miliar, menanjak 53,12 persen dari posisi sama 2020 senilai Rp206,97 miliar.


Selanjutnya, perseroan mencatat rugi bersih Rp458,93 miliar. Melesat 48,89 persen dari periode sama edisi 2020 sejumlah Rp308,23 miliar. Kemudian rugi bersih per saham dasar Rp25,21, menanjak 48,90 persen dari periode sama 2020 sekitar Rp16,93.


Total aset turun menjadi Rp3,13 triliun dari posisi akhir 2020 sekitar Rp3,33 triliun. Jumlah liabilitas naik menjadi Rp650,61 miliar dari periode sama 2020 sekitar Rp585,50 miliar. Total ekuitas turun menjadi Rp2,48 triliun dari periode sama 2020 sekitar Rp2,74 triliun. (*)



Author: J S