Waskita Beton Precast (WSBP) Siapkan Capex Rp80 Miliar di 2023, Ini Alokasinya
EmitenNews.com—PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (Capex) sekitar Rp 80 miliar tahun ini. Sebagian besar belanja modal tersebut akan dialokasikan untuk menggarap proyek ibu kota nusantara (IKN) di Kalimantan Timur.
Director of Finance and Risk Management WSBP Asep Mudzakir mengungkapkan selain untuk proyek IKN, belanja modal juga disiapkan untuk perawatan gedung dan penyelesaian lahan proyek WSBP.
"Intinya kami selektif hanya untuk Capex yang menunjang dari sisi produktivitas," ungkap dia dalam Press Conference Public Expose Insidentil 2023 WSBP, Rabu (15/3/2023).
Sementara itu, perusahaan juga akan menyasar proyek yang memiliki skema pembayaran progress atau memiliki uang muka. Langkah ini diambil untuk menjaga keseimbangan likuiditas perusahaan.
"Maka konsentrasi WSBP masuk di pangsa pasar pemerintah dan BUMN yang sesuai dengan target yang kami harapkan," papar dia.
Seperti diketahui dalam proyek IKN, WSBP bertugas untuk memasok beton readymix di proyek ini dengan kapasitas 90 m3/jam. WSBP juga ikut andil dalam konstruksi bangunan modular 10-12 lantai yang akan digarap induknya, PT Waskita Karya Tbk (WSKT). Bangunan yang ditujukan untuk ASN ini didesain tahan gempa, dan bisa dibangun dengan waktu relatif cepat.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama WSBP FX Poerbayu Ratsunu menyebut pihaknya sudah menyiapkan beberapa material untuk proyek IKN. WSBP juga berkontrak untuk kebutuhan infrastruktur.
"Paling tidak untuk kebutuhan di infrastruktur serta pembangunan rusun yang dikerjakan oleh Waskita sendiri dan beberapa readymix kami untuk suplai ke masing-masing pembangunan dalam proyek IKN," ungkap dia.
Sebagai informasi saat ini progress suplai readymix untuk proyek pembangunan Istana Presiden, pembangunan jalan kerja atau logistik IKN l dan Lingkar Sepaku Segmen 4 telah dilakukan secara bertahap. Adapun perolehan proyek dari IKN, diharapkan bisa menjadi angin segar bagi perseroan untuk membukukan peningkatan perolehan nilai kontrak.
Related News
Emiten Gocap GRPH Ungkap Aksi Divestasi Saham Pengendali
Dua Hari Beruntun, Pengendali WINR Lepas Ratusan Juta Saham Rp6,19M
Bank BJB Tawarkan Obligasi Rp932 Miliar, Bunga Hingga 6,25 Persen
Kepepet Utang! BAJA Minta Izin Rights Issue 1 Miliar Saham Baru
Pemegang Saham ATIC Setujui Right Issue, Terima Pengunduran Diri Jonan
KKGI Defisit 93 Persen Laba Bersih di 2025, Tersisa USD2,42 Juta





