Waspadai Lonjakan Kasus Covid-19 Awal Tahun, Pemerintah Masih Terapkan PPKM
:
0
PPKM Darurat Pasar Jumat dok EmitenNews Eko Hilman.
EmitenNews.com - Jangan lupa. Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) belum dicabut, alias masih berlaku, meskipun kecenderungan penularan Covid-19 mulai melandai. Karena itu, menurut Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan protokol kesehatan harus tetap dipatuhi. Pemerintah masih mewaspadai lonjakan kasus Covid-19 pada awal tahun depan, 2023.
“PPKM ini untuk sementara masih tetap tidak dicabut seluruhnya, karena kita masih menunggu nanti Januari–Februari 2023 apakah ada kenaikan kasus lagi atau tidak,” ujar Menkes Budi Gunadi Sadikin, dalam siaran pers, Senin (24/10/2022).
Pemerintah masih memberlakukan PPKM tentu ada maksudnya. Jika kasus infeksi virus Corona, atau coronavirus disease 2019 (Covid-19) kembali meningkat, pemerintah masih memiliki instrumen untuk mengintervensi kesehatan di daerah-daerah.
Sejauh ini, PPKM merupakan instrumen yang sudah terbukti sangat baik untuk mengimplementasikan protokol kesehatan di daerah-daerah dengan cepat.
Meski begitu, menurut Menteri Budi, lebih penting substansinya daripada administrasinya. Substansinya, sekarang kita hidupnya sudah normal. PPKM anggap saja sebagai ‘payung’ yang nanti kalau hujan kita bisa buka lagi. “Tapi hidup kita sekarang sudah normal sekali dengan status PPKM yang ada sekarang.”
Sebelumnya, Budi meminta masyarakat mewaspadai penularan Covid-19 di awal 2023. Belajar dengan pengalaman sebelumnya, lonjakan kasus Covid-19 biasanya terjadi setelah libur panjang Natal dan Tahun Baru.
“Ujiannya nanti akan kita lihat di awal tahun depan karena beberapa varian baru seperti BA.2.7.5 sudah terjadi di India,” ujar Budi Gunadi Sadikin.
Menteri Budi mengingatkan lonjakan kasus Covid-19 mulai terlihat di sejumlah negara. Misalnya Singapura. Kasus Covid-19 di Negeri Jiran itu, sebelumnya berkisar ratusan kini naik menjadi 6.000 per hari. Lebih tinggi dari kenaikan kasus di Indonesia yang tercatat 2.000 kasus per hari. Rupanya penyebabnya karena adanya subvarian Omicron XBB.
Gawatnya, karena ternyata Subvarian Omicron XBB itu, telah terdeteksi di Indonesia. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meminta masyarakat untuk waspada dan memperkuat protokol kesehatan, terutama memakai masker.
Varian XBB menyebabkan lonjakan kasus Covid-19 yang tajam di Singapura, mencapai 0,79 kali gelombang BA.5 dan 0,46 kali gelombang BA.2. Peningkatan kasus diiringi dengan peningkatan tren perawatan di rumah sakit.
Related News
Tabrakan Maut Kereta, Polda Jaya Periksa Pihak Taksi Green SM Besok
Politikus PDIP Ini Anggap Negara Tak Perhatikan Buruh, Cek Alasannya
Isu Pekerja hingga Kampus Dibahas di Hambalang, Begini Arahan Prabowo
Pemerintah Beli Sebagian Saham Aplikator Ojol, Ternyata Ada Misinya
Perkuat Ekosistem Kawasan IKN, Dua Investor Incar Proyek Komersial
BPK Temukan Dana Haji 2025 Salah Sasaran, 4.760 Jemaah Tidak Berhak





