Anggaran Jumbo, Mercury Strategic Tender Wajib 73 Persen Saham NATO
Proyek pengembangan Takabonerate Resort di Sulawesi Selatan milik PT Surya Permata Andalan Tbk (NATO)
EmitenNews.com - PT Mercury Strategic Indonesia resmi mengumumkan pelaksanaan Penawaran Tender Wajib atas saham PT Surya Permata Andalan Tbk (NATO) melalui keterbukaan informasi, Rabu, (18/2/2026). Tender ini mencakup sebanyak-banyaknya 5.851.111.504 saham atau setara sekitar 73,13% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor penuh NATO.
Harga penawaran ditetapkan sebesar Rp183 per saham. Periode tender berlangsung mulai 19 Februari hingga 20 Maret 2026, dengan jadwal pembayaran kepada pemegang saham yang berpartisipasi pada 30 Maret 2026.
Mercury Strategic menegaskan, harga tender tersebut berada di atas rata-rata harga tertinggi perdagangan harian saham NATO di Bursa Efek Indonesia selama 90 hari terakhir, yakni Rp162,38 per saham pada periode 16 September hingga 14 Desember 2025. Harga Rp183 per saham ini juga identik dengan harga yang dibayarkan saat pengambilalihan saham oleh pengendali baru.
Dengan struktur tersebut, nilai maksimum Penawaran Tender Wajib ini mencapai Rp1,07 triliun. Seluruh dana disiapkan dari kas internal Mercury Strategic. Dalam pelaksanaan transaksi ini, KB Valbury Sekuritas ditunjuk sebagai perusahaan efek pelaksana.
Sebelumnya, Mercury Strategic Indonesia telah resmi menjadi pengendali baru NATO setelah mengakuisisi 2,15 miliar saham atau setara 26,87% kepemilikan melalui transaksi di Pasar Negosiasi. Saham tersebut dibeli dari PT Karunia Berkah Jayasejahtera dengan harga Rp183 per saham, sehingga total nilai transaksi mencapai Rp393,45 miliar. Proses pengambilalihan ini telah diselesaikan pada 12 Desember 2025.
NATO sendiri memiliki kegiatan usaha utama di bidang perdagangan, jasa, dan investasi, dengan operasional aktual dijalankan melalui entitas anak di sektor perhotelan. Ke depan, pengambilalihan ini diarahkan untuk membuka peluang pengembangan usaha, termasuk ekspansi di bidang perdagangan kendaraan, suku cadang, jasa perawatan dan perbaikan, hingga penyewaan kendaraan melalui sinergi bisnis dan diversifikasi portofolio.
Mercury Strategic menegaskan tidak memiliki rencana untuk menghapus pencatatan saham NATO dari Bursa Efek Indonesia, mengubah status menjadi perusahaan tertutup, melikuidasi perseroan, maupun mengubah kebijakan dividen. Seluruh langkah strategis ke depan akan tetap mengikuti ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, dengan fokus pada penciptaan nilai jangka panjang bagi perusahaan dan pemegang saham.
Related News
Keponakan Hermanto Tanoko Borong 6,5 Juta Saham AVIA Senilai Rp2,92M
Naik Cuma Secuil, Laba Bersih ISSP 2025 Tembus Rp534,24 Miliar
Direktur EXCL Borong 342.500 Saham, Dana Belanja Hampir Rp1 Miliar
Ditopang Laba Rp56,3 Triliun, Segini Target Harga Saham Bank Mandiri
Emiten HILL Ditetapkan UMA hingga Sahamnya Nyungsep ARB, Ada Apa?
ASSA Injeksi Anak Usaha Rp54 Miliar, Intip Tujuannya





