EmitenNews.com - PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk. (ISSP) atau SPINDO menutup setahun penuh 2025 dengan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp534,24 miliar, naik 0,78 persen dibandingkan Rp530,08 miliar pada 2024.

Kenaikan tipis ini diraih di tengah penurunan penjualan sebesar 2,95 persen menjadi Rp5,93 triliun dari Rp6,11 triliun. Namun, strategi efisiensi membuat beban pokok pendapatan turun lebih dalam, yakni 4,19 persen menjadi Rp4,80 triliun dari Rp5,01 triliun. Alhasil, laba kotor tetap tumbuh 2,73 persen menjadi Rp1,13 triliun dari Rp1,10 triliun.

Sementara itu, laba sebelum pajak atau EBITDA tertakar turun tipis 0,46 persen menjadi Rp672,48 miliar dibandingkan Rp675,58 miliar pada tahun sebelumnya.

Dari sisi neraca, total liabilitas berhasil ditekan 4 persen menjadi Rp3,12 triliun per akhir 2025 dari Rp3,25 triliun pada 2024. Di saat yang sama, total aset meningkat 6,03 persen menjadi Rp8,79 triliun dari Rp8,29 triliun.

Beriringan dengan terbitnya pembukuan keuangan 2025 ini, pada perdagangan Rabu (18/2) saham ISSP tercatat menguat 2,59 persen, naik 12 poin ke posisi Rp476.