BEI Akhirnya Kunci Saham Ini Usai ARA Beruntun
Screencast logo Bursa Efek Indonesia (BEI).
EmitenNews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara (suspensi) perdagangan saham PT Berkah Prima Perkasa Tbk. (BLUE) mulai sesi I perdagangan Selasa (21/10/2025).
Donni Kusuma Permana, P.H. Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI dalam keterangannya Senin (20/10), menjelaskan bahwa suspensi dilakukan sehubungan dengan terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada saham BLUE.
Adapun sehari sebelumnya, Senin (20/10), saham BLUE ditutup melonjak ke batas atas harga tertinggi harian (Auto Rejection Atas/ARA) dengan kenaikan 24,71% atau 325 poin ke level Rp1.640 per saham.
BLUE dalam sepekan terakhir harganya mencuat 103,73% dari Rp805, lalu dalam sebulan terakhir melanjutkan lesatan kenaikan hingga 166,67% dari Rp615 pada 21 September 2025. Dalam sepanjang tahun ini, BLUE terpantau reli naik fantastis 382,35% telah naik 1.300 poin dari harga sebelumnya Rp340 pada awal Januari 2025.
Kebijakan tersebut diterapkan dalam rangka cooling down sebagai bentuk perlindungan bagi investor.
“Oleh karena itu, Bursa memutuskan untuk melakukan penghentian sementara perdagangan saham BLUE di pasar reguler dan tunai mulai sesi I tanggal 21 Oktober 2025 sampai dengan pengumuman Bursa lebih lanjut,” tulis BEI.
Bursa mengimbau kepada seluruh pihak yang berkepentingan agar senantiasa memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh perseroan.
PT Berkah Prima Perkasa Tbk (BLUE), lebih dikenal dengan merek ‘Bluprint’, didirikan pada tanggal 24 Juni 2014 sebagai pedagang grosir peralatan komputer, alat tulis, dan kegiatan percetakan.
BLUE mencatatkan sahamnya (IPO) pada 8 Juli 2019 sebanyak 168.000.000 saham atau 40,19% dari modal disetor penuh pada harga perdana Rp130 per lembar. Dana yang diraup dari IPO ini Rp21.840.000.000. Bertindak sebagai Penjamin Emisi Utama PT. Indo Capital Sekuritas.
Related News
Pendapatan Naik, Laba Lautan Luas Menukik 32,17 Persen
Akhiri 2025, Laba dan Pendapatan BSDE Kompak Melorot
Liqun Investments Caplok KOKA Rp37,19 Miliar
Pendapatan Naik, Laba PGAS 2025 Terpangkas 36,55 Persen
BNBR Right Issue 86,7 Miliar Lembar dengan Rasio 2:1
Drop 67 Persen, ADRO 2025 Raup Laba USD447,69 Juta





