Cek! 10 Saham Paling Cuan Dalam Sepekan
Ilustrasi gambar pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI)
EmitenNews.com - Sepekan ini periode 17-20 September 2024, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami perubahan sebesar 0,88% di posisi 7.743,004 dari 7.812,131 pada penutupan pekan yang lalu.Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan sejumlah saham yang naik cukup signifikan sepanjang jalannya bursa saham sepekan, dengan PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk (JSPT) yang naik hingga 53,19 persen di level Rp2.880 per saham.
Selain JSPT, ada 226 saham yang naik diatas 2 persen pekan ini dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp3.780 triliun.Berikut daftar 10 saham paling cuan / top gainers sepekan:
1.PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk (JSPT)
Saham JSPT melonjak 53,19 persen ke posisi Rp 2.880 per saham dari pekan lalu Rp 1.880 per saham.
2.PT Sona Topas Tourism Industry Tbk (SONA)
Saham SONA melambung 47,43 persen ke posisi Rp 2.440 per saham dari pekan lalu Rp 1.655 per saham.
3.PT Bank Maspion Tbk (BMAS)
Saham BMAS melonjak 38,79 persen menjadi Rp 805 per saham dari pekan lalu Rp 580 per saham.
4.PT Chitose Internasional Tbk (CINT)
Saham CINT melonjak 34,94 persen menjadi Rp 224 per saham dari pekan lalu Rp 166 per saham.
5.PT Mitra Investindo Tbk (MITI)
Saham MITI melonjak 34,78 persen menjadi Rp 186 per saham dari pekan lalu Rp 138 per saham.
6.PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk (LIFE)
Saham LIFE melambung 30,58 persen menjadi Rp 9.500 per saham dari pekan lalu Rp 7.275 per saham.
7.PT Sumber Global Energy Tbk (SGER)
Saham SGER melambung 30,38 persen menjadi Rp 545 per saham dari pekan lalu Rp 418 per saham.
8.PT Asuransi Jiwa Syariah Jasa Mitra Abadi Tbk (JMAS)
Related News
Demutualisasi Bursa, OJK dan BEI Komitmen Jaga Independensi Bursa
Dua Tahun Berjalan, Perdagangan Karbon RI Telah Tembus Rp80,75M
Aksi Korporasi 2025 Himpun Rp491T, Ini Penyumbang Dividen Terbesar
Bos BEI Ungkap Sistem Perdagangan Bursa Terbaru, Rilis Akhir 2026
Closing Bursa 2025: Investor Meledak 20,2 Juta, IHSG 24 Rekor ATH!
OJK Sebut 155 Kasus hingga Denda Pasar Modal 2025 Tembus Rp123,3M





