Ditopang Segmen Roda Dua, Penjualan DRMA 2025 Tembus Rp5,93 Triliun
:
0
Potret pabrik operasional PT Dharma Polimetal Tbk. (DRMA). Foto: Istimewa.
EmitenNews.com - Ketika industri otomotif domestik menghadapi tekanan, PT Dharma Polimetal Tbk. (DRMA) justru mencatatkan kinerja solid sepanjang 2025. Emiten manufaktur komponen otomotif ini membukukan penjualan neto Rp5,93 triliun, naik 7,82 persen secara year on year (yoy) dibandingkan Rp5,50 triliun pada 2024.
President Director DRMA, Irianto Santoso dalam pernyataannya dikutip Minggu (15/3/2026) mengatakan kinerja tersebut tidak lepas dari strategi diversifikasi produk dan perluasan segmen bisnis yang dijalankan perseroan.
“Strategi diversifikasi produk dan segmen bisnis merupakan kunci pencapaian kinerja ini, karena berhasil membantu Perseroan menjaga pertumbuhan di tengah dinamika pasar yang berlangsung,” kata Irianto.
Ia menambahkan, strategi tersebut membuat pertumbuhan DRMA mampu melampaui kondisi industri otomotif domestik yang justru mengalami pelemahan sepanjang tahun lalu.
“Melalui strategi tersebut, Perseroan berhasil membukukan pertumbuhan penjualan sebesar 8% di tahun 2025, jauh melampaui kinerja industri otomotif domestik yang justru mengalami pelemahan,” ujar Irianto.
Menilik sisi profitabilitas, emiten konglomerasi Theodore Permadi Rachmat itu mencatat laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk Rp652,58 miliar, meningkat 12,65 persen yoy dibandingkan Rp579,28 miliar pada tahun sebelumnya.
Sejalan dengan itu, laba bruto meningkat menjadi Rp1,07 triliun atau naik sekitar 7,00 persen yoy dari Rp1,00 triliun pada 2024. Laba usaha juga bertumbuh menjadi Rp843,55 miliar, meningkat 9,70 persen yoy dibandingkan Rp768,96 miliar tahun sebelumnya.
Adapun, laba sebelum pajak penghasilan tercatat Rp831,02 miliar, naik 11,94 persen yoy dari Rp742,40 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Menurut Irianto, pencapaian tersebut mencerminkan pertumbuhan bisnis inti perseroan yang tetap terjaga.
“Pencapaian ini mencerminkan pertumbuhan berkelanjutan dari bisnis inti Perseroan,” tambah Irianto.
Related News
Sudahi Kuartal I, Laba ADRO Melambung 67,08 Persen
Kuartal I 2026, MEDC Raup Laba USD67 Juta, Melejit 291 Persen
SCMA Catat Laba Rp307,63 Miliar, Melejit 100 Persen Kuartal I 2026
Kinerja URBN Tertekan, Rugi Membengkak ke Rp174 Miliar
Pantau! Ini Sederet Keputusan Penting Investor Untuk CBUT
Pyridam Farma (PYFA) Raih Restu Aksi Korporasi dari Pemegang Saham





