IHSG Bangkit dari Tekanan, Tapi Masih Merah di Akhir Perdagangan
:
0
Ilustrasi harga saham berguguran dan memicu IHSG anjlok seiring dampak kebijakan MSCI terhadap pasar saham Indonesia (Emitennews/Aji)
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menutup perdagangan di zona merah pada Kamis (29/1/2026). Indeks komposit melemah 88,35 poin atau 1,06 persen ke level 8.232,20, melanjutkan tekanan pasar pasca pembekuan mekanisme indeks oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI).
Tekanan jual masih mendominasi sepanjang hari. Dari 11 indeks sektoral, hanya sektor transportasi yang mampu bertahan di zona hijau dengan kenaikan 0,76 persen. Sementara 10 sektor lainnya kompak melemah.
Penurunan terdalam dialami sektor barang konsumen siklikal yang ambles 4,88 persen. Sektor properti menyusul turun 3,83 persen, diikuti sektor barang konsumen non-siklikal yang terkoreksi 3,63 persen.
Dampak sentimen negatif global tersebut sempat memicu gejolak hebat di awal perdagangan. IHSG langsung tertekan pada sesi I dan pembekuan perdagangan sementara (trading halt) sempat diberlakukan setelah indeks anjlok lebih dari 8 persen. Bahkan pada pukul 10.00 WIB, IHSG sempat terpuruk hingga 10,08 persen.
Memasuki akhir sesi I, tekanan mulai mereda. IHSG berhasil memperkecil penurunan menjadi 5,91 persen atau turun 492 poin ke level 7.828,47. Pemulihan berlanjut hingga penutupan, meski indeks tetap berakhir di zona merah.
Dari sisi aktivitas perdagangan, volume transaksi tercatat mencapai 99,1 miliar saham dengan nilai transaksi Rp68,18 triliun dan frekuensi 4,93 juta kali. Sebanyak 214 saham menguat, 521 saham melemah, dan 73 saham stagnan.
Related News
Daftar Top Losers Sepekan, Cek Saham Apa Saja
Daftar Saham Top Gainers Sepekan, BACH Pimpin Klasemen
IHSG Menguat Tipis 0,64 Persen Sepekan, Asing Net Buy Rp7,1 Triliun
Tren Diversifikasi Aset Digital di Tengah Pemulihan Pasar Kripto
Akhiri Juli IHSG Melesat ke 6.236, Dua Saham Bakrie Volume Teraktif
IHSG Sesi I (31/7) Pertahankan Penguatan di Atas Level 6.200





