IHSG Ditutup Naik 0,35 Persen, Asing Net Buy Rp423,53 Miliar. Saham Ini Yang Terbesar Dibeli
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Rabu (10/7) ditutup naik 22.360 poin atau 0,35 persen ke level 6.410,68. Pergerakan IHSG sepanjang hari ini ada pada level 6.393,19 hingga 6.412,82. Sebanyak 18,52 miliar saham telah diperdagangkan dengan frekuensi 477.910 kali transaksi dan nilai transaksinya mencapai Rp7,31 triliun. Investor asing membukukan beli bersih (net buy) Rp423,53 miliar. Sebanyak 233 saham naik, 189 saham turun, dan 136 saham lainnya stagnan. Sektor-sektor dengan penguatan terbesar adalah sektor aneka industri yang naik 2,16 persen, sektor konstruksi naik 1,09 persen dan sektor industri dasar yang naik 0,86 persen. Sedangkan tiga sektor yang turun adalah sektor perkebunan yang turun 1,18 persen, sektor infrastruktur turun 0,55 persen dan sektor consumer goods terkoreksi 0,18 persen. Saham naik LQ45 1. PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) (7,14%) 2. PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) (6,52%) 3. PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) 4,57%) Saham turun LQ45 1. PT Barito Pacific Tbk (BRPT) (-2,32%) 2. PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP) (-1,96%) 3. PT Vale Indonesia Tbk (INCO) (-1,68%) Saham-saham dengan pembelian bersih terbesar asing adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) Rp 253 miliar, PT Astra International Tbk (ASII) Rp 138,5 miliar dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 104,5 miliar. Sementara itu, pergerakan bursa saham Asia di sore ini tidak jauh berbeda dengan siang tadi. Indeks Nikkei dan Shanghai masih terkoreksi masing-masing sebesar 0,15 persen dan 0,44 persen, sedangkan Hang Seng dan Strait Times menguat masing-masing sebesar 0,31 persen dan 0,37 persen.
Related News
PDB 5 Persen Tapi Konsumsi Lesu: Ritel Kabur dari MAPI, Lari Ke Mana?
Manuver INET Masuki Bisnis Data Center: Ambisius atau Realistis?
IHSG Tembus ke 8.000 Lagi, Apa yang Terjadi Pasca Rating Moody's?
Di Balik Rating Moody’s, BBTN jadi yang Terburuk di Antara Big Banks?
Biaya Mahal Ketidakpastian: Sisi Gelap Ekonomi 5 Persen Indonesia
Meramal Nasib Pasar Modal Indonesia: Jadi Kayak Korsel atau Pakistan?





