Kasus Suap di Basarnas, Mantan Kabasarnas Akui Terima Dana Komando Lewat Anak Buah
:
0
Mantan Kabasarnas Henri Alfiandi (jakeet hitam) dalam persidangan. dok. Kumparan.
EmitenNews.com - Tampil sebagai saksi kasus suap pengadaan peralatan deteksi korban reruntuhan Basarnas tahun anggaran 2021-2023, mantan Kabasarnas Henri Alfiandi mengaku menerima uang dari mantan Koorsmin Kabasarnas Letkol Adm Afri Budi Cahyanto. Penerimaannya disebut sebagai dana non-budgeter, atau dana komando.
Henri Alfiandi dihadirkan sebagai saksi dalam persidangan di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (6/11/2023), untuk tiga terdakwa pemberi suap. Mereka, Direktur PT Kindah Abadi Utama sekaligus pesero Komanditer Perseroan CV Pandu Aksara Roni Aidil. Lalu, Komisaris PT Multi Grafika Cipta Sejati sekaligus Komisaris PT Bina Putera Sejati Mulsunadi Gunawan, dan Dirut PT Intertekno Grafika Sejati Marilya.
Awalnya jaksa penuntut umum menanyakan apakah Henri Alfiandi pernah menerima uang PT Kindah Abadi Utama ataupun Roni Aidil. Pensiunan Jenderal TNI AU bintang tiga itu menyatakan, tidak pernah menerima uang secara langsung dari Roni.
"Saya tidak pernah menerima langsung, Pak. Kalau menerima nggak ada. Tapi kalau dalam konteks semua pengelolaan anggaran itu adalah kita terima," kata Marsekal Madya Purn Henri Alfiandi.
Saat dicecar jaksa untuk menjelaskan lebih lanjut, Henri Alfiandi mengatakan, yang diterimanya adalah dana non-budgeter, atau dana komando yang posnya sudah ada sejak pejabat sebelumnya. Dana yang berasal dari mitra Basarnas itu, dipakai untuk hal-hal yang tidak ter-cover oleh anggaran resmi dari APBN.
Related News
Kemenhub Akan Audit Ulang Taksi Green Buntut Tabrakan Kereta
Kawasan Industri Batang Disiapkan Jadi Pusat Logistik Berbasis Rel
Presiden Kirim Lampu Kuning Buat Industri Seng
Korban Tewas Tabrakan Maut KA di Bekasi Timur, Jadi 15 Jiwa
Bukan Main, Dua Anggota Polri Ini Bak Pagar yang Tega Makan Tanaman
Kecelakaan Maut KA di Bekasi Timur, Usul Menggelitik Menteri Arifah





