EmitenNews.com—Hal kurang baik terus di alami oleh dua emiten peternakan. ya kedua emiten itu adalah PT Widodo Makmur Perkasa Tbk (WMPP) dan PT Widodo Makmur Unggas Tbk (WMUU). Harga perdana WMPP pada saat IPO adalah senilai Rp160 per saham dan harga IPO WMUU Rp180 per saham.
Pergerakan saham dua sejoli utu yang terikat afiliasi sebagai induk dan entitas usaha ini terus terjun menuju harga terendah atau dalam treck menjadi saham gocapan.
Pada 12 Januari 2022 saham WMUU sebagai emiten yang memiliki bidang usaha sebagai peternakan ayam dan pedagang pakan ternak masih di level 150 per saham. Namun hingga penutupan perdagangan kemarin 12 Januari 2023 saham WMUU sudah anjlok 66 persen ke level 51 per saham. Tinggal 1 poin lagi saham WMUU menjadi saham gocapan atau saham dengan harga terendah.
Sedangkan sang induk usahanya yaitu WMPP yang bergerak di bidang Perdagangan Besar dan Peternakan Sapi, Rumah Potong Hewan, Perdagangan Besar Daging dan Olahannya juga terus mengalami koreksi.
Sama dengan tanggal yang digunakan pada WMUU, sejak 12 Januari 2022 yang masih menyentuh level harga 149 per saham terus anjlok hingga 60,40 persen pada 12 Januari 2023 yang tercatat ada di level 59 per saham.
Sifat afiliasi antara WMPP dan WMUU karena WMPP dimiliki oleh Tumiyana sebagai Direktur Utama dan juga pemegang saham pengendali dengan porsi kepemilikan 78,25 persen. Adapun WMPP menguasai saham WMUU sebesar 76,50 persen.
Tumiyana juga merupakan Komisaris Utama di WMUU dengan porsi kepemilikan saham yang terus menyusut hingga tersisa 3,54 persen.
Secara keuangan, Widodo Makmur Unggas (WMUU) hingga September 2022 labanya anjlok ke Rp91,11 miliar dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang tercatat Rp144,43 miliar.
Sedangkan untuk Widodo Makmur Perkasa (WMPP) malah menanggung rugi bersih senilai Rp10,34 miliar jauh dibandingkan tahun sebelumnya yang membukukan laba Rp176,18 miliar.
Related News
Obligasi Rp600 Miliar RMKE Batal Melantai Hari Ini, Ada Apa?
Dua Bos MEDS Saling Oper 37,5 Juta Saham Harga Rendah, Jual Premium!
Tak Lagi Punya Pengendali, HKMU Minta Arahan BEI Soal Pemilik Manfaat
Finfluencer Wajib Berizin, OJK Usut 32 Sosok Ini hingga Siapkan Sanksi
Masuk Bisnis RFID, JTPE Bidik Margin Lebih Tebal dari Brand Protection
Tumbuh Double Digit, Allo Bank (BBHI) Raup Laba Rp574M di 2025





