EmitenNews.com - Bulan Mei masih bergulir dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan kembali diperdagangkan hari ini, Senin (18/5/2026). Sebelumnya, IHSG ditutup di level 6.723,32 atau melemah 1,98%, dengan persentase mingguan melemah 3,53% pada Rabu lalu (13/5).

Hampir seluruh indeks sektor mengalami pelemahan, hanya sektor transportasi dan logistik yang mampu menjadi sabana hijau sebesar 3,49% di tengah merahnya 11 indeks tersebut.

Senior Technical Analyst, M Nafan Aji Gusta mengatakan, secara teknikal IHSG masih mengalami tekanan jual berdasarkan indikator RSI dan diperkirkan akan menguji wave 5/A.

“Sementara itu, Stochastic K_D menunjukkan sinyal negatif dengan volume mengalami penurunan,” ujar Nafan, Senin (18/5).

Hal itu dikarenakan, pasar masih merespons sejumlah sentimen yang terjadi di global dan domestik. Seperti, pertemuan AS-Tiongkok yang belum menghasilkan kesepakatan substansial dan mengikat terkait stabilitas kawasan Timur Tengah maupun pembukaan normal jalur Selat Hormuz.

Termasuk, dampak keluarnya sejumlah saham dari MSCI, masih membayangi performa pasar. Sebab, diperkirakan keluarnya dana asing masih akan terjadi. Serta, volatilitas indeks masih membayangi di tengah melemahnya rupiah dan kepastian pengumuman BI-Rate Rabu mendatang.

“Foreign outflow masih berlanjut dengan penurunan intensitas dibanding pada saat awal kepanikan,” tuturnya.

Sementara itu, berdasarkan analisis teknikal MNC Sekuritas, posisi IHSG saat ini diperkirakan masih berada pada bagian dari wave [v] dari wave A dari wave (2). Dalam skenario terburuk (worst case), IHSG masih berpotensi melanjutkan koreksi ke area 6.644 hingga 6.711.

Pelaku pasar juga diminta mewaspadai area gap pada rentang 6.538 hingga 6.585 yang berpotensi menjadi target koreksi berikutnya apabila tekanan jual berlanjut.

Sementara itu, jika IHSG mampu berbalik menguat, area resistance terdekat berada di kisaran 6.758 hingga 6.777. Adapun level support IHSG berada di 6.682 hingga 6.585.