Peningkatan Kasus Covid Bayangi Potensi Penguatan Lanjutan IHSG
:
0
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Jumat (28/1) lalu naik 0,51% atau 34,35 point ke level 6.645.
Pada perdagangan hari ini, Senin (31/1), IHSG berpotensi melanjutkan penguatan ke kisaran 6660-6680 pasca breakout MA 5 di 6614 pada perdagangan Jumat (28/1).
Aksi beli selektif pada saham-saham bluechip, diperkirakan akan kembali menjadi penopang IHSG pada awal pekan depan.
Terkait dengan itu analis Phintraco Sekuritas, Valdy Kurniawan, menyarankan pelaku pasar memperhatikan potensi penguatan lanjutan pada BBNI, BMRI, UNTR dan TLKM.
"Pelaku pasar juga dapat memperhatikan potensi rebound lanjutan pada LINK, SMRA, BBCA, INDF, MAPI dan BBRI," katanya.
Peningkatan risiko ketidakpastian sejalan dengan kenaikan kasus harian Covid-19 secara signifikan di Indonesia dalam beberapa hari terakhir disebut Valdy menjadi salah satu pemicu rotasi ke saham-saham bluechip tersebut.
Sebagai informasi, Indonesia sempat mencatatkan penambahan lebih dari 7,000 kasus baru Covid-19 di Selasa (26/1). Selain itu ada kekhawatiran pasar dari keputusan pemerintah yang akan menaikkan level PPKM di sejumlah daerah dengan tingkat penyebaran kasus Covid-19 yang tinggi.
Pelaku pasar juga nampaknya menantikan perilisan data Inflasi Indonesia untuk bulan Januari pada Selasa (2/2) yang diperkirakan akan meningkat 2.17% yoy dibandingkan Desember sebesar 1.87%.(fj)
Related News
Bergerak Sideways, IHSG Jelajahi Level ini
Membaca Arah IHSG Pasca RUPSLB BEI, Simak!
Pegang Kas Rp1,2 Triliun, Pegadaian Siap Lunasi Obligasi
Dari TTS hingga Jeffrey Hendrik, IHSG Balik ke Level 10 Tahun Lalu
Bukan Sekadar Banyak Token, Broker Ini Utamakan Kualitas Aset
IHSG Berbalik Menguat ke 5.282,31, BBCA Teraktif Harga Melesat 7,66%





