EmitenNews.com - Pergantian kursi terjadi di tubuh emiten PT Surya Permata Andalan Tbk (NATO). Melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), emiten ini resmi mengocok ulang jajaran direksi dan dewan komisaris, termasuk di level pucuk pimpinan.

Sebelumnya, emiten perhotelan ini resmi mencatatkan perubahan pengendali langsung menyusul transaksi jumbo yang dilakukan di pasar negosiasi pada Jumat, 12 Desember 2025 lalu. Akan adanya transaksi crossing saham sebesar 2.150.000.000 lembar saham NATO milik PT Karunia Berkah Jayasejahtera kepada PT Mercury Strategic Indonesia. Menandai pengambilalihan saham NATO senilai Rp393,45 miliar oleh PT Mercury Strategic Indonesia.

Atas kendali baru tersebut pada RUPSLB yang digelar Selasa (4/2/2026) menyetujui hasil rapat yang menetapkan Mauritz Nainggolan naik ke posisi Direktur Utama. Turun posisi, Direktur Utama NATO sebelumnya, Gede Putu Adnawa masuk kembali mengisi formasi direksi perseroan.

Perombakan juga merambah barisan pengawas. NATO menunjuk Hasan sebagai Komisaris Utama, sementara Benedictus Calvin Ardisa tetap dipertahankan sebagai Komisaris Independen hingga akhir masa jabatan.

Selain reshuffle manajemen, pemegang saham juga memberi lampu hijau atas penyesuaian Anggaran Dasar perseroan, khususnya terkait maksud dan tujuan usaha agar sejalan dengan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2020. Rapat turut menyetujui perubahan penggunaan dana hasil penawaran umum.

Susunan Direksi terbaru PT Surya Permata Andalan Tbk:

Direktur Utama: Mauritz Nainggolan

Masa jabatan: 4 Februari 2026 – 28 Juni 2028

Direktur: Gede Putu Adnawa

Masa jabatan: 4 Februari 2026 – 28 Juni 2028

Susunan Dewan Komisaris PT Surya Permata Andalan Tbk:

Komisaris Utama: Hasan

Masa jabatan: 4 Februari 2026 – 28 Juni 2028

Komisaris Independen: Benedictus Calvin Ardisa

Masa jabatan: 28 Juni 2023 – 28 Juni 2028