EmitenNews.com - PT Dian Swastatika Sentosa (DSSA) akan melakukan stock split dengan rasio 1:10. Nilai nominal saham setelah pemecahan menjadi Rp25 per lembar dari sebelumnya Rp250 per saham. Aksi itu, diharap meningkatkan minat investor membeli saham perseroan.


”Selain itu, meningkatkan jumlah pemegang saham, meningkatkan likuiditas saham, dan mendukung pertumbuhan nilai perseroan,” tutur Susan Chandra, Corporate Secretary Dian Swastatika, kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (15/11).


Menyusul stock split itu, jumlah saham beredar akan bertambah menjadi 7.705.523.200 saham, dari sebelumnya 770.552.320 saham. Untuk memuluskan rencana itu, perseroan akan menggeber rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 22 Desember 2021. Mengacu perdagangan Senin (15/11), saham perseroan bertengger di kisaran Rp50.275 per lembar.


Banderol itu, menjadi salah satu saham termahal di BEI. Dengan rasio stock split 1:10, harga saham perseroan akan berada di level Rp5.027 per saham usai stock split. Namun, itu semua akan tergantung hasil RUPSLB.


Sejak awal tahun, saham perseroan telah mengalami lonjakan 214,22 persen. Saham perseroan didukung nilai kapitalisasi pasar Rp38,74 triliun, dengan PER 30,42 kali. Lompatan saham itu, menyusul peningkatan harga batubara, dan rencana entitas usaha mengakuisisi aset tambang di Australia. (*)