Indonesia dapat 221 Ribu Kuota Haji 2026, Cek Jatah Jemaah Reguler
:
0
Ilustrasi aktivitas jemaah haji di Tanah Suci, Mekah. Dok. Kementerian Agama.
EmitenNews.com - Indonesia mendapatkan kuota haji 2026 sebanyak 221.000. Dari situ, haji reguler mendapatkan jatah sebanyak 203.320, dengan jumlah penerbangan sebanyak 525 kloter. Pemerintah juga mengusulkan rata-rata Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) per jemaah Rp88.409.365,45. Dengan komposisi biaya perjalanan ibadah haji Rp54.924.000 atau setara dengan 62 persen dari nilai total.
Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak menyampaikan hal tersebut dalam rapat kerja Kementerian Haji dan Umrah bersama Komisi VIII DPR, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta. Senin (27/10/2025).
Wamen Haji dan Umrah merinci dari total kuota sebanyak 221.000 itu, terdiri atas haji reguler sebanyak 203.320 kuota. Reguler murni terdiri atas 201.585, PHD (petugas haji daerah) 1.050, pembimbing KBIHU (kelompok bimbingan ibadah haji dan umrah) 685.
"Haji khusus 17.680. Dengan ditambah 203.320 haji reguler murni, total kuota haji 2026 sebanyak 221.000 orang.
Dari jumlah tersebut, calon jemaah haji akan menanggung biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) sebesar Rp54.924.000 atau 62 persen dari total biaya.
“Untuk 1447 Hijriah atau 2026 Masehi, pemerintah mengusulkan rata-rata BPIH per jemaah sebesar Rp88.409.365. Dengan komposisi Bipih Rp54.924.000 atau setara dengan 62 persen dari nilai total, sedangkan nilai manfaat optimalisasi sebesar Rp33.485.365 atau 38 persen,” ujar Dahnil dalam rapat panitia kerja BPIH bersama Komisi VIII DPR RI itu.
Nilai yang diusulkan pemerintah tersebut turun sekitar Rp1 juta dibandingkan dengan BPIH tahun 2025. Penentuan besaran biaya haji 2026 dilakukan dengan mempertimbangkan prinsip efisiensi dan efektivitas, agar penyelenggaraan ibadah haji tetap berjalan baik dengan biaya yang wajar.
“Pemerintah mempertimbangkan prinsip efisiensi dan efektivitas dalam menentukan komponen BPIH sehingga penyelenggaraan ibadah haji dapat terlaksana dengan baik dengan biaya yang wajar,” tutur politikus Partai Gerindra itu.
Wamenhaj Dahnil mengungkapkan bahwa komponen Bipih yang dibebankan langsung kepada jemaah terdiri atas beberapa komponen. Salah satunya, biaya penerbangan pulang-pergi dari embarkasi ke Arab Saudi sebesar Rp33,1 juta.
Komponen lainnya adalah akomodasi di Mekkah Rp14,65 juta, akomodasi di Madinah Rp3,87 juta, dan biaya hidup (living cost) sebesar Rp3,3 juta.
Related News
May Day 2026, Begini Kejutan Lain dari Prabowo Untuk Pengemudi Ojol
Pemerintah Batasi Outsourcing Hanya 6 Bidang, di Luar Itu Terlarang
May Day di DPR Senayan, Cek Lima Tuntutan Aksi Massa Buruh GEBRAK
Bunga Kredit Himbara 5 Persen, Demikian Titah Presiden Untuk Rakyat
Aplikator Wajib Manut, Porsi Pendapatan Ojol Minimal 92 Persen!
Progres 59 Persen, Bendungan Bagong PTPP Didorong Rampung Lebih Cepat





