Matahari Putra Prima (MPPA) Angkat Wim Maris sebagai CEO Gantikan Elliot J
:
0
EmitenNews.com - PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) mengumumkan pengangkatan Wim Maris sebagai Chief Executive Officer (CEO) Perseroan, menggantikan Elliot J. Dickson. Perubahan kepemimpinan ini merupakan langkah maju dalam fase pertumbuhan dan transformasi MPPA selanjutnya untuk memantapkan Perseroan sebagai peritel terkemuka di masa depan.
Presiden Komisaris MPPA, Rudy Ramawy menjelaskan, pergantian kepemimpinan ini merupakan langkah maju dalam fase pertumbuhan dan transformasi MPPA untuk memantapkan Perseroan sebagai peritel terkemuka di masa depan.
"Kami sangat gembira dengan masa depan Perusahaan dan menyambut Wim Maris sebagai CEO baru. Beliau membawa visi yang jelas dan kepemimpinan yang kuat, semangat untuk melayani pelanggan, dan kemampuan eksekusi yang dibutuhkan untuk membangun kepemimpinan pasar kami di lingkungan yang cepat berubah ini.”papar dia kepada media, Selasa(6/9/2022).
Untuk diketahui, Wim Maris sebelumnya adalah President MPPA, yang membawahi dan mengelola semua divisi komersial Perseroan. Dia adalah warga negara Belgia dengan lebih dari 30 tahun pengalaman komersial dan kepemimpinan dimana 18 tahun berada di bidang ritel.
Rudy percaya, Wim akan membawa pengalaman atas komersial dan rantai pasokan yang luas dalam industri ritel makanan dari Ahold Delhaize. Terlebih dia telah bekerja secara internasional dalam berbagai peran eksekutif, termasuk 8 tahun di Indonesia (2009-2017) dengan peran kepemimpinan komersial eksekutif. Menanggapi pengangkatanya, CEO MPPA, Wim Maris mengatakan, peluang ritel di Indonesia sangat menarik, terutama dengan kebutuhan, gaya hidup, dan aspirasi pelanggan yang berubah dengan cepat.
Related News
Pendapatan RMKO Naik 63,6 Persen, Tapi Rugi Membengkak
SMBR Tetapkan Dividen dan Rombak Manajemen, Simak!
Sempat Naik Ratusan Persen, Saham ini Lepas dari Jeratan FCA
Saham Tertekan, Laba SOHO Kuartal I Melejit 42 Persen
Laba Naik, Emiten Nikel ini Siap Berbagi Dividen
WICO Fokus Bisnis Kesehatan, Rugi Bersih Susut 58,6 Persen pada 2025





