EmitenNews.com -  PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk. (SRAJ), emiten rumah sakit Mayapada Healthcare milik taipan Dato Sri Tahir, kembali menyita perhatian pasar modal usai Bursa Efek Indonesia (BEI) sempat melakukan suspensi pada Selasa (16/9).

Meski demikian, saham SRAJ pada perdagangan Kamis (18/9) justru ditutup menguat 2,82% di level Rp10.025.

Sepanjang sebulan terakhir, harga sahamnya sudah melonjak 68,49% dari Rp5.950, sementara sejak awal tahun terbang 324,79% dari posisi Rp2.360.

Chief Financial Officer SRAJ, Mark Lee Kristomo, dalam Public Expose Insidental menegaskan perseroan tidak memiliki informasi atau fakta material di luar yang telah dipublikasikan.

“Sentimen melesatnya harga saham tidak diketahui sebab. Semua informasi sudah kami sampaikan sesuai ketentuan OJK dan BEI,” ujarnya.

Meski begitu, kinerja bisnis dan ekspansi SRAJ diyakini turut menopang sentimen positif. Pada 2022, perseroan meresmikan Mayapada Hospital Surabaya dan Bandung.

Setahun berselang, free float saham meningkat dari 5,45% menjadi 10,28% seiring lonjakan jumlah investor pasar modal Indonesia yang menembus 11,75 juta.

Tren kenaikan juga dipicu tingginya jumlah pasien rawat jalan dan rawat inap saat merebaknya flu Singapura dan demam berdarah pada awal 2024.

Sementara rencana investasi di Ibu Kota Nusantara (IKN) yang sempat mencuat saat pemilu juga ikut mendorong optimisme investor.

Memasuki 2025, SRAJ mendapat tambahan tenaga dari masuknya BN Capital sebagai mitra strategis serta penguatan struktur manajemen.