Penanaman pohon yang dilakukan pihak UT jika sudah tumbuh dengan baik akan menjadi investasi di hari tua untuk generasi berikutnya. Semoga hasil dari penanaman ini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat dengan bijak dan sebaik-baiknya," ujar Aji, Kepala Desa Sumbergondo.
Pada kegiatan ini jenis tanaman yang dipilih adalah alpukat varietas Hass. Jenis tanaman ini dipilih karena memiliki proses bisnis yang menjanjikan karena tanamannya berbuah lebih cepat dibandingkan tanaman lainnya dan juga memiliki produktivitas yang tinggi.
Di sisi lain, produksi alpukat varietas Hass di dalam negeri masih belum cukup, keberadaannya masih didominasi dari hasil impor. Oleh karena itu, budidaya alpukat Hass lokal dapat menjadi peluang besar dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekitar.
Melalui kolaborasi yang dilakukan ini, UT berharap bisa memberikan manfaat secara efektif terhadap pemulihan lingkungan, kesejahteraan dan keberlangsungan masyarakat sekitar, serta dapat membangun ekonomi yang inklusif, tangguh dan berkelanjutan.
Related News
Laba MBMA Naik 29,74 Persen Kala Pendapatan Turun
Terus Tertekan, Saham FITT Lanjut Dikunci Bursa
DCII Ekspansi Data Center di 2026, Eskalasi Kapasitas Hingga 2.000 MW
Pendapatan Tumbuh 201%, Laba Bersih INET Melesat 1.742% di Tahun 2025
Pasca Diakuisisi INET, PADA Sukses Balikkan Rugi Jadi Laba di 2025
Laba MAPA Tembus Rp1,7 Triliun, Telisik Ini Penyebabnya





