EmitenNews.com—Akibat kondisi bisnis yang belum sepenuhnya pulih setelah pandemi Covid-19, Saraswati Griya Lestari Tbk (HOTL) terpaksa harus meminta kembali dana uang muka untuk pembelian tanah kepada tiga pihak.

 

Tubagus Yudi Yuniardi, Sekretaris Perusahaan HOTL mengatakan bahwa dana yang diminta kembali oleh Perseroan sebesar Rp26 miliar. Tindakan meminta kembali dana uang muka yang awalnya telah dibayarkan karena Perseroan sedang terbentur dengan masalah cash flow keuangan.

 

"Bahwa rencana dan realisasi penggunaan dana sebesar Rp26 miliar untuk membayar uang muka tanah tersebut telah disetujui baik untuk oleh Otoritas Jasa Keuangan melalui persetujuan untuk dapat melakukan IPO," tulis Tubagus dalam keterbukaan informasi publik BEI, Senin (20/3).

 

Meski dana diminta kembali, namun Perseroan ke depan tetap berkomitmen untuk melakukan pengembangan usaha dengan pemanfaatan landbank tersebut. Namun karena terbentur dengan masalah pendanaan proyek pengembangan usaha, maka saat ini Perseroan sedang fokus untuk membenahi kondisi cash flow agar ke depan rencana bisnis dan pengembangan usaha bisa dilakukan kembali.

 

"Mengingat situasi usaha pada saat ini masih dalam pemulihan pasca Covid-19, hal ini berdampak pada institusi perbankan maupun non Bank, sehingga pada saat ini kami hanya fokus kepada pembenahan terhadap kondisi cashflow atas usaha anak Perseroan, sehingga kami akan melanjutkan proyek-proyek selanjutnya setelah kondisi cash flow perusahaan menuju ke arah yang stabil," tukasnya.