Naik Signifikan, Waspada Empat Saham Ini Masuk Radar UMA BEI
:
0
EmitenNews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) saat ini tengah mencermati pola transaksi Saham PT Central Proteina Prima Tbk. (CPRO), PT Temas Tbk. (TMAS), PT Metro Realty Tbk. (MTSM) dan PT Inter Delta Tbk. (INTD). Empat Saham tersebut di pantau lantaran terjadi peningkatan harga yang di luar kebiasaan (Unusual Market Activity/UMA).
Patut dicermati kembali bahwa Pengumuman UMA tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang - undangan di bidang Pasar Modal.
Informasi terakhir mengenai Perusahaan CPRO adalah informasi tanggal 18 November 2021 yang dipublikasikan melalui website PT Bursa Efek Indonesia (”Bursa”) terkait laporan kepemilikan atau setiap perubahan kepemilikan saham perusahaan terbuka. TMAS tanggal 18 November 2021 yang dipublikasikan melalui website PT Bursa Efek Indonesia (”Bursa”) terkait laporan informasi atau fakta material peningkatan modal pada entitas anak perseroan. Sebagai informasi, sebelumnya Bursa telah mengumumkan UMA pada tanggal 20 Mei 2021 atas perdagangan saham TMAS.
Informasi terakhir MTSM tanggal 17 November 2021 yang dipublikasikan melalui website PT Bursa Efek Indonesia (”Bursa”) terkait rencana penyelenggaraan public expose – tahunan dan INTD tanggal 9 November 2021 yang dipublikasikan melalui website PT Bursa Efek Indonesia (”Bursa”) terkait laporan bulanan registrasi pemegang efek. Sebagai informasi, sebelumnya Bursa telah mengumumkan UMA pada tanggal 5 Mei 2021 atas perdagangan saham INTD.
"Sehubungan dengan terjadinya UMA atas perdagangan saham 4 saham tersebut, BEI meminta para investor untuk memperhatikan jawaban perusahaan tercatat atas permintaan konfirmasi bursa." tulis Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Lidia M. Panjaitan, dan Kepala Divisi Pengaturan & Operasional Perdagangan BEI, Irvan Susandy, dalam surat keterbukaan Informasi BEI, Senin (22/11).
Selain itu, Bursa juga menghimbau agar para investor mencermati kinerja perusahaan tercatat dan keterbukaan informasinya, serta mengkaji kembali rencana corporate action perseroan apabila belum mendapatkan persetujuan RUPS, dan mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi.
Saham CPRO pada perdagangan pekan lalu memang mengalami lonjakan harga sangat signifikan, dari Rp70 pada pembukaan perdagangan Senin dan ditutup pada hari Jumat di level Rp126 atau melonjak 80 persen dalam 5 hari Bursa.
Related News
Babak Final Demutualisasi BEI, Bursa Akan Sambut Pemegang Saham Baru
Izin Dicabut, OJK Sita 41 Aset dalam Kasus Kredit Fiktif BPRS GP Medan
MSCI Beri Catatan Jelang Putusan 24 Juni, Bos Baru BEI Janji Benahi
Belum Sempurna di Mata MSCI, OJK Akan Dandani Lagi Pasar Modal RI
Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) Umumkan Komisaris Baru
DPR-OJK Desak Direksi Baru BEI Perkuat Tata Kelola Bursa 2026-2030





