Tak Lagi Terima Bansos, 3,9 Juta Orang Akan Dapat Bantuan Usaha
Ilustrasi 3,9 juta orang keluar dari daftar penerima bansos karena adanya penyesuaian desil, graduasi, serta pemutakhiran data. Sedang diupayakan agar mereka mendapat bantuan untuk berusaha. Dok. Kementerian Aparatur Negara.
EmitenNews.com - Sebanyak 3,9 juta orang tidak lagi tercatat sebagai penerima bantuan sosial (bansos) pada 2025. Dalam catatan Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, 3,9 juta orang yang keluar dari daftar penerima bansos itu dikarenakan adanya penyesuaian desil, graduasi, serta pemutakhiran data. Sedang diupayakan agar mereka mendapat bantuan untuk berusaha.
Anggota Kabinet Merah Putih yang karib disapa Gus Ipul itu, mengemukakan hal tersebut dalam keterangannya yang dikutip Jumat (6/2/2026).
"Tahun lalu ada 3,9 juta keluar dari data bansos. Nanti di pemberdayaan, supaya mandiri," kata Gus Ipul, di Kantor Kemensos, Salemba, Jakarta Pusat, Kamis (5/2/2026).
Gus Ipul mencontohkan, Keluarga Penerima Manfaat (KPM) akan diberikan bantuan uang Rp5 juta yang digunakan untuk mengembangkan usaha. "Misal diberi uang Rp5 juta untuk apa? Membeli ayam petelur jumlahnya 25, lalu dipelihara, kemudian telurnya dijual bisa memperoleh lebih dari Rp200.000 per bulan."
Karena pendapatannya lebih dari jumlah bantuan sosial, penerima tersebut sudah bisa dikatakan mandiri. Karena sudah lebih berdaya. Sudah bisa mandiri, karena sudah bisa mendapatkan uang lebih dari bansos. Itulah ukuran paling sederhananya.
Karena itu, Gus Ipul menuturkan bahwa pendapatan per bulan yang sudah lebih dari jumlah bansos itu menjadi faktor penerima bantuan pemberdayaan sudah bisa dikatakan keluarga yang mandiri.
Setelah terbitnya Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025, Kemensos bersama Badan Pusat Statistik memeriksa lebih dari 12 juta keluarga penerima manfaat. Proses tersebut dilakukan dengan mendatangi langsung rumah penerima, berdialog, serta mengukur ulang kondisi sosial ekonomi penerima bansos.
"Yang pertama adalah melakukan ground check, mendatangi seluruh penerima manfaat. Dari 35 juta yang terdata, baru 12 juta yang bisa kami datangi ke rumah masing-masing satu per satu ya," kata Gus Ipul.
Dari pemeriksaan itu, ditemukan banyak penerima bansos yang sudah tidak memenuhi kriteria sehingga Kemensos bekerja sama dengan PPATK atau BKN. Kerja sama dengan PPATK dijalin, untuk mengetahui apakah ada penerima manfaat yang main judi online. Datanya juga diteruskan ke BKN, untuk mengecek apakah ada ASN yang masih terima. Jadi ini kita koreksi satu per satu.
"Alhamdulillah jutaan ya sudah dialihkan karena memang faktanya ada hal-hal yang belum sesuai di lapangan, jujur saja," sambung Gus Ipul.
Berdasarkan temuan itu, Kemensos menargetkan pada 2026 ada 300.000 KPM yang akan "lulus" atau graduasi dari program bansos. Jadi ukurannya pemberdayaan, kalau bisa menghasilkan sesuatu lebih dari bansos, berarti sudah jauh lebih mandiri.
Pada Desember 2025, sebanyak 133 dari 332 KPM PKH dinyatakan lulus sebagai penerima bansos dan dipastikan tidak menerima bansos lagi tahun depan.
Mereka yang lulus itu, mendapatkan bantuan sebesar Rp5 juta untuk memulai atau mengembangkan usaha. Pemerintah juga akan mendampingi para lulusan penerima bansos ini hingga mereka benar-benar mampu berdiri sendiri. ***
Related News
Hukuman Eks Ketua PN Jaksel Ini Jadi Lebih Berat, Cek Kasusnya
Jadi Tersangka Kepala Pajak Banjarmasin Ngaku Salah Terima Uang
Tidak Becus Urus Sampah, 150 Hotel di Bali Dapat Sanksi dari KLH
Ketua PN Depok dan Wakilnya Kena OTT KPK, Ini Keprihatinan Mensesneg
Heboh Penonaktifan BPJS Kesehatan PBI, Dengarlah Apa Kata Gus Ipul
DPR Apresiasi PGN SAKA, Hulu Migas Tumbuh Selaras Lingkungan





