Perusahaan yang dibina oleh IDX Incubator merupakan perusahaan yang berencana untuk IPO dalam jangka waktu 2-3 tahun khususnya bagi perusahaan dengan aset skala kecil dan menengah sesuai dengan kriteria POJK 53. Selain itu, perusahaan-perusahaan ini juga sudah harus mempunyai pendapatan dari bisnis inti (core business) dan sudah berbadan hukum.

 

Kurikulum program road to IPO dari IDX Incubator kurang lebih kami laksanakan dalam waktu 1 tahun, namun dalam perjalanannya perusahaan dapat mengikuti program kami sampai dengan perusahaan berhasil IPO.


Sebelumnya Direktur Utama BEI, Iman Rachman mengatakan bahwa untuk mendukung pertumbuhan jumlah emiten, Bursa Efek Efek Indonesia juga turut mengembangkan IDX Inkubasi dimana saat ini ada 65 perusahaan yang sedang dalam pematangan. IDX Inkubasi saat ini ada di jakarta, surabaya dan bandung.

 

IDX Incubator merupakan program yang dilakukan oleh BEI untuk perusahaan, salah satunya untuk mendapatkan terkait pengetahuan IPO dari profesi penunjang yang membantu persiapannya.

 

"Jadi kami lakukan indeks inkubasi bagi perusahan yang ingin mendapatkan pengetahuan tentang IPO, kami menyiapkan tenaga-tenaga pengajar dari profesi penunjang yang membantu persiapannya,” ujar dia.

 

Selain itu, BEI juga memiliki infrastruktur khusus yang mempersiapkan sosialisasi bagi emiten-emiten untuk persiapkan IPO

 

"Tentu saja kita harapkan dapat mendapatkan pengetahuan dan dibantu konsultan-konsultan profesi penunjang pasar modal. Sehingga memudahkan bagi bursa dan OJK melakukan verifikasi sehingga mereka layak untuk melakukan IPO ke depannya,” kata Iman.

 

Adapun IDX Incubator yang telah diresmikan sejak 23 Maret 2017 pada periode kepemimpinan Tito Sulistio menjabat sebagai Direktur Utama BEI, merupakan inkubasi bisnis bagi startup berbasis digital untuk mengembangkan startup, tidak hanya dari segi produk, namun juga dari segala aspek bisnis.

 

Para startup yang bergabung nantinya akan dibina secara berkelanjutan sampai menjadi perusahaan yang dapat memonetisasi bisnis mereka dan diharapkan dapat memenuhi persyaratan untuk tercatat di BEI.