BP BUMN Pastikan Perampingan Perusahaan Negara Jalan Terus
:
0
Kepala Badan Pengaturan BUMN Dony Oskaria. Dok. Okezone.
EmitenNews.com - Tidak ada kendala berarti dalam rencana pemerintah merampingkan jumlah badan usaha milik negara (BUMN). Wakil Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) Tedi Bharata memastikan pengurangan jumlah perusahaan negara tetap berjalan. Presiden menilai pengurangan jumlah BUMN dari 1.000 menjadi sekitar 200 entitas untuk meningkatkan rasio profitabilitas antara laba dibandingkan total aset.
Dalam keterangannya seperti dikutip Jumat (31/10/2025), Tedi Bharata mengatakan rencana tetap berjalan, tapi tentunya ini semua stakeholder kan kita libatkan. Malah, kata dia, karyawan harus menjadi yang paling diperhatikan.
Mengutip Presiden Prabowo Subianto upaya pengurangan jumlah BUMN dari 1.000 menjadi sekitar 200 entitas, dinilai merupakan cara untuk meningkatkan rasio profitabilitas antara laba dibandingkan total aset (return of asset/RoA).
Pernyataan Presiden tersebut bertujuan agar BUMN dapat bertransformasi dan memberikan kinerja yang lebih baik di segala aspek bagi negara.
"Ini juga perlu dipahami bahwa harapan besar, aspirasi besar dari pemerintah, dari Pak Prabowo, bahwa BUMN harus lebih bagus lagi. Harus lebih maju lagi kerjanya. Harus lebih baik lagi memberikan dampak kepada masyarakat," ujar Tedi Bharata kepada ANTARA di sela peluncuran Pameran Jurnalistik dan Buku "Haluan Merah Putih" di Antara Heritage Center, Jakarta, Kamis (30/10/2025).
Itu juga berarti kontribusi BUMN baik finansial maupun nonfinansial atau dampak sosialnya harus lebih besar lagi.
Menindaklanjuti amanah dari Presiden, karyawan BUMN harus mengerti bahwa amanah ini bentuknya nanti juga harus bekerja lebih baik lagi. Kinerja dari karyawan juga harus lebih baik lagi.
Di luar itu, penting juga bagi BUMN untuk kembali ke bisnis inti (core business) masing-masing.
Sekitar dua pekan lalu, Presiden Prabowo mengatakan perampingan jumlah BUMN ini sudah disampaikan kepada CEO Danantara Indonesia Rosan Perkasa Roeslani untuk melaksanakan rasionalisasi tersebut.
"Saya sudah memberikan arahan kepada pimpinan Danantara untuk melakukan rasionalisasi, memangkas dari sekitar 1.000 BUMN menjadi angka yang lebih rasional, mungkin 200, 230, atau 240," kata Prabowo.
Related News
Indonesia Pangkas Ekspor Gas ke Singapura, PM Wong Ingatkan Ini
Pertamina Jamin Pasokan BBM Memadai di Tiap Daerah, Ini yang Dilakukan
Sikapi Ancaman MSCI, Pemerintah Diminta Jaga Disiplin Komunikasi
Anggap Singapura tak Kooperatif, Indonesia Pangkas Ekspor Gas
Target 2027, Pemerintah Rancang Penyaluran Kredit Produktif Rp400T
Kasus Korupsi Dana Siap Pakai BNPB, KPK Sita 4 Mobil Mewah





